Edisi Hiburan dan Liburan 4

Selesai Program PBA Boven Digoel, Papua.


Setelah selesai semua kegiatan di kampung tugas masing-masing, kami kembali ke Kabupaten Boven Digoel, Papua. Sebelum kami dipulangkan kembali ke Kampung halaman masing-masing, kami masih harus standby di Kabupaten selama beberapa hari. Dalam beberapa hari ini, kami manfaatkan waktu kami untuk membuat farewell yang baik dengan semua teman-teman yang ada di Kabupaten ini (pemilik rumah sebelumnya, pemilik kontrakan, teman-teman kontrakan, Pendeta Gereja, dll). Kami beberapa hari membuat acara bakar-bakar ikan dan bakar-bakar jagung lagi kali ini.

Kami meninggalkan Kabupaten Boven Digoel mengendarai mobil menuju ke Kabupaten Merauke. Sebelum sampai di Kabupaten Merauke, kami menyempatkan singgah di Titik 0 km Merauke-Sabang yang terletak di Distrik Sota, Kabupaten Merauke perbatasan antara Republik Indonesia & Papua New Guinea (NKRI-PNG). Seperti yang sudah saya sampaikan di Chapter 3, kami sangat ingin ke Perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea, tetapi sebelumnya kami hendak ke Patoknya saja yang terletak di dekat Distrik Ninatie tetapi gagal karna situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Tetapi akhirnya semua terbayarkan di hari Sabtu, 30 November 2019. Kami sangat senang dan sangat puas. Kami berfoto-foto, membuat video, update status, story whatsapp, instagram, facebook karna kami hendak membagikan kebahagiaan kami ke teman-teman kami yang lain. Di sana kami juga berbelanja baju-baju yang berlogo perbatasan, tas papua, dll.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Kabupaten Merauke agar segera ke Hotel untuk beristirahat setelah perjalanan berjam-jam dari Kabupaten Boven Digoel. Kami di Kabupaten Merauke selama 3 hari dan 2 malam dan menginap di Hotel Coreinn. Dan selama kami di sana, kami memanfaatkan waktu kami untuk jalan-jalan (menikmati liburan). Setelah kami beristirahat, malam harinya kami berjalan keluar Hotel untuk mencari makan malam dan berbelanja beberapa barang.

Keesokan harinya, pada tanggal 01 Desember 2019, tempat yang kami datangi adalah KFC depan gang Hotel untuk makan siang (karna Daniel dan Amrin sudah 15 bulan di Papua dan belum pernah ke KFC sementara saya sudah 7 bulan sejak yang terakhir di Sentani), karna di Hotel hanya menyediakan sarapan. Setelah kami selesai makan siang, kami melanjutkan langkah kami menuju ke Mall SBM. Kami cari angkutan umum, kemudian kami melaju ke Mall SBM. Di sana kami belanja beberapa kebutuhan kami. Kemudian kami melanjutkan langkah kami ke Monumen Kapsul Waktu. Monumen ini diprakarsai dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. Joko Widodo. Jadi, ceritanya Kapsul itu berisi seluruh harapan anak-anak bangsa dari 34 Provinsi yang ada di Nusantara ini NKRI. Monumen itu terletak di tengah-sengah taman dan diatas sebuah bangunan. Jadi di sana kami berfoto-foto sepuasnya, karna tempat itu cukup menarik bagi kami dan banyak spot-spot bagus buat berfoto. Kemudian kami melanjutkan langkah kami kembali. Kali ini kami tidak menggunakan transportasi, kami hanya berjalan kaki, setelah melewati 1 blok dari Monumen Kapsul Waktu, kami menemukan jalan yang dipenuhi sejenis Pohon Sakura. Pohon-pohon itu terletak di sepanjang jalan menuju ke Patung Hati Kudus Yesus yang juga ada di dekat Bandar Udara Mopah, Kabupaten Merauke, Papua. Kami terus berjalan hingga akhirnya kami sampai di lokasi Patung Hati Kudus Yesus yang setinggi 12 meter tersebut. Kami berfoto-foto di sekitaran Patung karna Patung ini sangat menarik dengan ukurannya yang cukup besar dan tinggi. Setelah itu, kami kembali berjalan ke jalan raya untuk kembali ke Hotel karna hari sudah semakin sore dan gelap. Kemudian kami naik angkutan umum menuju ke Hotel. Sesampainya di kamar Hotel, kami langaung mandi dan bersiap untuk pergi mencari makan malam. Setelah selesai makan malam, kami pulang ke Hotel, bersantai dan mengobrol di lobby Hotel, dan kemudian kami kembali ke dalam kamar untuk beristirahat.Keesokan harinya, pada tanggal 02 Desember 2019, kami sarapan, lalu mandi dan bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Dan setelah selesai sarapan, mandi, dan bersiap, kami bergerak menuju Bandar Udara Mopah dan terbang ke Jakarta dan harus transit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Demikian cerita saya selama di Tanah Papua.

Untuk Next story ditunggu yah...

Terima kasih sudah membaca blog saya.

God Bless.

Perpisahan dengan teman, rekan, saudara yang masih tetap di Kabupaten Boven Digoel, Papua

Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Papua New Guinea (NKRI-PNG)

Hotel Coreinn Merauke

Monumen Kapsul Waktu

Monumen Kapsul Waktu

Patung Hati Kudus Yesus

Bandar Udara Mopah Merauke
(See you again Merauke)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Evaluations Result for Students in Kampung Ugo, Distrik Kombay, Boven Digoel Regency

The Story in Papua - Chapter 2 (English Version)

The Story in Papua - Chapter 5 (English Version)