Cerita di Tanah Papua Chapter 4

Chapter 4

Pada 11 Juli 2019, saya beserta Ibu Neila G.M Mamahit (Manager Program), Pak Edi (Pimpinan Lapangan), Bapak Mulyawan (dari GKI Samanhudi), Kak Annette Romauli Sitorus (Tim Audit), Daniel Subyakto, dan Alowisius Kalli, pergi ke Distrik Manggelum sebelum ke Distrik Kombay. Saat perjalanan kami ke Distrik Manggelum, kondisi air sangat surut, sehingga kami harus tarik-tarik perahu dan dorong-dorong perahu untuk bisa melewati arus yang walaupun dangkal tapi sangat deras. Bahkan karena tali perahu sempat jatuh ke kali, karna saya khawatir tali perahu kena ke baling-baling perahu akhirnya saya langsung lompat untuk ambil tali perahu itu. Tetapi karna ternyata arusnya lebih deras dari yang saya perkirakan, saya hampir tenggelam/terbawa arus dengan kondisi baru selesai operasi (masih masa pemulihan). Setelah kami melewati medan yang seperti tadi saya jelaskan diatas, kami tiba di Distrik Manggelum dan bertemu rekan kami Paulus Koba Kole yang bertugas disana. Kemudian kami bermalam di Distrik Manggelum.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kampung Bayanggop. Setelah dari Kampung Bayanggop, kami kembali ke Kampung Manggelum (Distrik Manggelum) kemudian lanjut ke Kampung Gaguop. Setelah sampai disana kami bermalam lagi disana beberapa malam. Kemudian Ibu Neila, Pak Edi, Daniel Subyakto, dan Paulus Koba Kole pergi menuju ke Kampung Burunggop. Sementara kami menunggu di Kampung Gaguop. Karena air sangat banjir saat itu, akhirnya Ibu Neila dan Pak Edi bisa pulang pergi hari itu juga. Setelah mereka kembali ke Gaguop, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Distrik Kombay. Sore menjelang malam, kami bermalam di Distrik Kawagit karna kondisi sudah mulai gelap.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan, tetapi karena kondisi air sangat surut akhirnya kami tidak bisa ke Kampung Ugo (tempat saya bertugas). Akhirnya kami turun lagi ke Distrik Kouh supaya menggunakan jalur darat. Akhirnya kami lewat jalur darat dari Distrik Kouh. Kalau lewat darat, kami harus melewati Distrik Bomakia (Kampung Boma, Kampung Uni), baru kemudian sampai di Distrik Kombay (Kampung Dema) tempat rekan saya Alowisius Kalli bertugas, kami bermalam di sana.

Keesokan harinya, saya dan Pak Edi melanjutkan perjalanan menuju ke Kampung Wanggemalo (Distrik Kombay), sementara tim yang lain tinggal di Kampung Dema. Di perjalanan, saya dan ojek yang saya tumpangi mengalami accident, jatuh karna medannya yang cukup extream. Saat itu saya sudah merasa sangat nyeri bekas operasi saya. Setelah saya sampai di Kampung Wanggemalo, saya sudah sampaikan kalo motor yang saya tumpangi tadi jatuh dan Pak Edi kembali ke Kampung Dema. Kemudian saya harus bermalam di Kantor Distrik.

Keesokan paginya, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari Kampung Wanggemalo menuju ke Pelabuhan Simpang 2 dari jam 08.00 WIT dan tiba di Simpang 2 jam 10.00 WIT (sekitar 2 jam perjalanan) karna jalanan sudah bagus dari Kampung Wanggemalo ke Simpang 2. Setelah tiba disana, saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ketinting. Dan karena kondisi air kering sekali, akhirnya kami harus dorong-dorong perahu untuk sampai di Kampung Ugo. Dan kami tiba di Kampung Ugo jam 22.00 WIT (yang seharusnya jika jalan kaki tanpa bawa barang jarak tempuhnya sekitar 8 jam dari Kampung Wanggemalo menuju ke Kampung Ugo, saat itu saya harus menempuh perjalanan selama 14 jam dari Kampung Wanggemalo ke Kampung Ugo).

Keesokan harinya, saya sangat terharu sekali, beberapa mama-mama datang ke Rumah Singgah tempat saya tinggal dan menangis, mereka mengira kalau saya meninggal waktu sakit dan dioperasi.

Setelah beberapa hari, saya langsung lemas dan drop lagi. Beberapa hari saya selalu minum obat agar fit lagi. Tetapi setelah beberapa hari saya langsung kena malaria. Saya tidak bisa segera berobat, karena tidak ada transportasi. Setelah seminggu saya sakit di Kampung Ugo, akhirnya ada speed yang datang ke kampung, dan saya ikut turun ke Kabupaten Boven Digoel. Saat tiba di Kabupaten, saya langsung bergegas menuju ke Rumah Sakit dan dinyatakan kena malaria tropika +4 dan di opname selama 4 hari. Setelah keluar Rumah Sakit, seminggu kemudian saya kembali ke Kampung Ugo untuk mengajar lagi.

Seminggu kemudian, saya kena malaria lagi dan saat itu tidak ada transportasi lagi. Setelah sekitar seminggu kemudian baru ada transportasi ke Kabupaten untuk berobat. Dan setelah diperiksa, saya kena malaria tropika +2 dan di opname selama 3 hari. Setelah benar-benar pulih, saya kembali ke Kampung Ugo untuk mengajar kembali.

Daniel, Paulus, Alowisius, Haposan

Pemandangan Kampung Bayanggop

Bersama warga Kampung Bayanggop

Paulus, Edi, Ibu Neila, Daniel, Kak Annette, Alowisius, Pak Mulyawan, Saya

Kak Annette, Bu Neila, Daniel, Edi, Alowisius, Paulus, Amrin, Saya, dan warga Kampung Gaguop

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Evaluations Result for Students in Kampung Ugo, Distrik Kombay, Boven Digoel Regency

The Story in Papua - Chapter 2 (English Version)

The Story in Papua - Chapter 5 (English Version)