Edisi Hiburan dan Liburan 1
Selama di Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Jadi ini ceritanya hiburan dan liburan yang saya lakukan selama saya menikmati waktu di Kabupaten (setelah hari-hari disibukkan kegiatan belajar mengajar di kampung tugas). Yang pertama yang pasti dan yang paling bermakna bisa menikmati keberadaan sinyal jaringan telpon (karna jaringan internet masih susah di Kabupaten Boven Digoel saat itu). Sehingga, saya bisa berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, keluarga rohani untuk sekedar bertanya kabar dan saling memberi kabar.
Kemudian, bisa nonton tv, bisa ke warnet, nongkrong sambil internetan dan menikmati snack. Bisa buka social media (whatsapp, instagram, facebook, youtube, dll) dan update status dan story. Bisa video call. Itu adalah kenikmatan tersendiri yang saya rasakan setelah 1-2 bulan "bertapa" di pedalaman. Karna dengan video call, saya bisa berkomunikasi bertatap muka dengan keluarga saya, teman saya, dll. Selain itu, saya bisa berkunjung ke komplek-komplek warga Kampung Ugo yang ada di Kabupaten. Sehingga, saya bisa mengenal mereka dan mereka mengenal saya lebih dekat. Jadi ketika mereka kembali ke kampung disaat liburan, mereka bertemu dengan saya, kami sudah saling mengenal satu dengan lainnya.
Selain itu, saya juga bisa menikmati berbagai jenis makanan yang tidak ada di Kampung (sejenis kuliner alakadarnya). Bisa makan bakso, soto, mie ayam, ayam bakar, ayam goreng dan berbagai makanan lainnya. Bisa minum es campur, es cendol, es cream, dan berbagai jenis minuman lainnya.
Bisa kembali menyaksikan keramaian yang jauh lebih ramai daripada di kampung (walaupun kondisinya gak padat penduduk juga sih tapi yang pasti jauh lebih banyak penduduknya di Kabupaten). Bisa jalan-jalan keliling Kabupaten, ke Pelabuhan, ke Kantor DPRD, ke Kantor Bupati, ke kolam renang (walaupun di kampung juga ada kali dan puas kalo berenang) yang sensasinya berbeda dengan berenang di kali.
Dan gak kalah penting, bisa berjumpa dengan rekan-rekan sekerja yang walaupun kita gak bisa janjian buat kumpul di Kabupaten. Karna seperti yang saya jelaskan sebelumnya (di kampung tugas gak ada jaringan) dan selain itu cuaca dan kondisi kali juga tak menentu. Jadi ada sukacita tersendiri setiap tanpa sengaja bisa berjumpa dengan rekan-rekan yang mengajar di kampung lain dan menikmati hari bersama-sama di Kabupaten dan bisa saling share tentang segala sesuatu yang kami alami selama di kampung tugas dan bisa saling menguatkan satu dan lainnya.
Selama saya di Kabupaten, saya jadi tau cara membuat tas noken. Akhirnya saya belajar terus membuat tas noken dengan motif yang sudah saya kuasai dan terus belajar motif-motif baru lainnya. Setelah saya bisa membuat tas noken, rekan-rekan saya meminta saya untuk membuat tas noken yang serupa buat kami semua tim PBA Boven Digoel, Papua. Akhirnya saya buat tas noken Staff PBA Boven Digoel, dan beberapa rekan juga akhirnya belajar cara membuat tas noken sendiri. Jadi setiap saya turun ke Kabupaten, saya akan melanjutkan pekerjaan tas noken saya, karna kalau di kampung tugas, waktu saya terbatas, jadwal saya padat selama di sana dan dari jam 6 sore sudah cukup gelap, tidak ada penerangan yang cukup. Itulah sebabnya saya lebih suka menyelesaikannya ketika saya ada di Kabupaten.
Selain itu, saya juga sempat menikmati bermain badminton dengan teman kontrakan (Staff PBA Daniel, Staff PBA Amrin, Mantri Obet Nego, Apoteker Demas, Analis Lab. RSUD Boven Digoel Akmal, Security DPRD Boven Digoel Christofel Mosse, Owner Distro Arimob Arif, dan beberapa anak tetangga)), dan bernyanyi bersama dengan alat musik alakadarnya (Okulele dan gitar - kadangkala). Hampir setiap malam kami bernyanyi bersama menikmati malam. Belanja bersama, masak bersama, makan bersama, bakar-bakar ikan bersama, bakar-bakar jagung bersama, seru-seruan bersama, pergi online bersama, nonton bersama, bahkan tidur bersama, bahkan merayakan ulang tahun bersama di kontrakan (ulang tahun Saya, Daniel, dan Amrin, serta ulang tahun si Chris keponakan dari Bapak Pendeta Jimy Mosse, Ketua Klasis GKI Kabupaten Boven Digoel).
Jadi ini ceritanya hiburan dan liburan yang saya lakukan selama saya menikmati waktu di Kabupaten (setelah hari-hari disibukkan kegiatan belajar mengajar di kampung tugas). Yang pertama yang pasti dan yang paling bermakna bisa menikmati keberadaan sinyal jaringan telpon (karna jaringan internet masih susah di Kabupaten Boven Digoel saat itu). Sehingga, saya bisa berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, keluarga rohani untuk sekedar bertanya kabar dan saling memberi kabar.
Kemudian, bisa nonton tv, bisa ke warnet, nongkrong sambil internetan dan menikmati snack. Bisa buka social media (whatsapp, instagram, facebook, youtube, dll) dan update status dan story. Bisa video call. Itu adalah kenikmatan tersendiri yang saya rasakan setelah 1-2 bulan "bertapa" di pedalaman. Karna dengan video call, saya bisa berkomunikasi bertatap muka dengan keluarga saya, teman saya, dll. Selain itu, saya bisa berkunjung ke komplek-komplek warga Kampung Ugo yang ada di Kabupaten. Sehingga, saya bisa mengenal mereka dan mereka mengenal saya lebih dekat. Jadi ketika mereka kembali ke kampung disaat liburan, mereka bertemu dengan saya, kami sudah saling mengenal satu dengan lainnya.
Selain itu, saya juga bisa menikmati berbagai jenis makanan yang tidak ada di Kampung (sejenis kuliner alakadarnya). Bisa makan bakso, soto, mie ayam, ayam bakar, ayam goreng dan berbagai makanan lainnya. Bisa minum es campur, es cendol, es cream, dan berbagai jenis minuman lainnya.
Bisa kembali menyaksikan keramaian yang jauh lebih ramai daripada di kampung (walaupun kondisinya gak padat penduduk juga sih tapi yang pasti jauh lebih banyak penduduknya di Kabupaten). Bisa jalan-jalan keliling Kabupaten, ke Pelabuhan, ke Kantor DPRD, ke Kantor Bupati, ke kolam renang (walaupun di kampung juga ada kali dan puas kalo berenang) yang sensasinya berbeda dengan berenang di kali.
Dan gak kalah penting, bisa berjumpa dengan rekan-rekan sekerja yang walaupun kita gak bisa janjian buat kumpul di Kabupaten. Karna seperti yang saya jelaskan sebelumnya (di kampung tugas gak ada jaringan) dan selain itu cuaca dan kondisi kali juga tak menentu. Jadi ada sukacita tersendiri setiap tanpa sengaja bisa berjumpa dengan rekan-rekan yang mengajar di kampung lain dan menikmati hari bersama-sama di Kabupaten dan bisa saling share tentang segala sesuatu yang kami alami selama di kampung tugas dan bisa saling menguatkan satu dan lainnya.
Selama saya di Kabupaten, saya jadi tau cara membuat tas noken. Akhirnya saya belajar terus membuat tas noken dengan motif yang sudah saya kuasai dan terus belajar motif-motif baru lainnya. Setelah saya bisa membuat tas noken, rekan-rekan saya meminta saya untuk membuat tas noken yang serupa buat kami semua tim PBA Boven Digoel, Papua. Akhirnya saya buat tas noken Staff PBA Boven Digoel, dan beberapa rekan juga akhirnya belajar cara membuat tas noken sendiri. Jadi setiap saya turun ke Kabupaten, saya akan melanjutkan pekerjaan tas noken saya, karna kalau di kampung tugas, waktu saya terbatas, jadwal saya padat selama di sana dan dari jam 6 sore sudah cukup gelap, tidak ada penerangan yang cukup. Itulah sebabnya saya lebih suka menyelesaikannya ketika saya ada di Kabupaten.
Selain itu, saya juga sempat menikmati bermain badminton dengan teman kontrakan (Staff PBA Daniel, Staff PBA Amrin, Mantri Obet Nego, Apoteker Demas, Analis Lab. RSUD Boven Digoel Akmal, Security DPRD Boven Digoel Christofel Mosse, Owner Distro Arimob Arif, dan beberapa anak tetangga)), dan bernyanyi bersama dengan alat musik alakadarnya (Okulele dan gitar - kadangkala). Hampir setiap malam kami bernyanyi bersama menikmati malam. Belanja bersama, masak bersama, makan bersama, bakar-bakar ikan bersama, bakar-bakar jagung bersama, seru-seruan bersama, pergi online bersama, nonton bersama, bahkan tidur bersama, bahkan merayakan ulang tahun bersama di kontrakan (ulang tahun Saya, Daniel, dan Amrin, serta ulang tahun si Chris keponakan dari Bapak Pendeta Jimy Mosse, Ketua Klasis GKI Kabupaten Boven Digoel).


Komentar
Posting Komentar