Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Edisi Hiburan dan Liburan 4

Gambar
Selesai Program PBA Boven Digoel, Papua. Setelah selesai semua kegiatan di kampung tugas masing-masing, kami kembali ke Kabupaten Boven Digoel, Papua. Sebelum kami dipulangkan kembali ke Kampung halaman masing-masing, kami masih harus standby di Kabupaten selama beberapa hari. Dalam beberapa hari ini, kami manfaatkan waktu kami untuk membuat farewell yang baik dengan semua teman-teman yang ada di Kabupaten ini (pemilik rumah sebelumnya, pemilik kontrakan, teman-teman kontrakan, Pendeta Gereja, dll). Kami beberapa hari membuat acara bakar-bakar ikan dan bakar-bakar jagung lagi kali ini. Kami meninggalkan Kabupaten Boven Digoel mengendarai mobil menuju ke Kabupaten Merauke. Sebelum sampai di Kabupaten Merauke, kami menyempatkan singgah di Titik 0 km Merauke-Sabang yang terletak di Distrik Sota, Kabupaten Merauke perbatasan antara Republik Indonesia & Papua New Guinea (NKRI-PNG). Seperti yang sudah saya sampaikan di Chapter 3, kami sangat ingin ke Perbatasan antara Indonesia dan...

Edisi Hiburan dan Liburan 3

Gambar
Selama di Chapter 4 Di Kampung Bayanggop, Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Di kampung itu terdapat 1 air terjun. Jadi, pagi itu sambil beralasan menimba air untuk dimasak, kami (Saya, Daniel, Allo, Paulus, Kak Annette, dan Ischak - driver) pergi ke air terjun itu menggunakan viber (perahu 2 mesin 40 pk). Karna lokasi air terjun ini bukan di wilayah kampung, tapi di seberang kali digoel dan tidak dekat juga alias lumayan jauh, jadi harus pakai perahu. Setelah kami tiba di sana, kami tambatkan tali perahu, kemudian kami berjalan kaki masuk ke area air terjun kemudian mengisi seluruh jerigen/galon untuk dibawa pulang. Setelah semua galon terisi, kami memutuskan untuk mandi (dan tak lupa berfoto dan video) dengan gaya dan cara masing-masing. Kami menikmati indahnya pemandangan air terjun itu dan segarnya air yang tercurah dari atas bukit itu (sebenarnya gak terlalu menarik juga sih, tetapi karna dari semua kampung yang kami datangi gak ada tempat spesial lain, hanya ...

Edisi Hiburan dan Liburan 2

Selama di Chapter 3 di Kabupaten Sentani dan Kota Jayapura, Papua. Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah ketika saya masih didalam pesawat diatas Sentani dan Jayapura. Saya menyaksikan indahnya alam Papua, dari bukit-bukit yang hijau, danau sentani, dan laut yang indah serta pemandangan tatanan kota yang unik (karna Jayapura adalah daerah berbukit jadi rumah, bangunan, gedung berada pada posisi bertingkat-tingkat mulai dari dasar bukit hingga ke puncak bukit), tiang2 tower yang ada di puncak-puncak bukit, dan pulau-pulau kecil lainnya. Kemudian, selama di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kak Melvy Alfons (Kepala Perwakilan LAI Jayapura) membawa saya jalan-jalan ke beberapa tempat. Pertama, saya di bawa ke lokasi banjir bandang yang belum lama terjadi di Sentani. Saat itu, saya masih menyaksikan banyaknya puing-puing reruntuhan batu besar dan kecil serta bangunan yang ada di sekitar lokasi kejadian. Kedua, menikmati makan malam di KFC. Bayangkan setelah 8 bulan gak pernah melih...

Edisi Hiburan dan Liburan 1

Gambar
Selama di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Jadi ini ceritanya hiburan dan liburan yang saya lakukan selama saya menikmati waktu di Kabupaten (setelah hari-hari disibukkan kegiatan belajar mengajar di kampung tugas). Yang pertama yang pasti dan yang paling bermakna bisa menikmati keberadaan sinyal jaringan telpon (karna jaringan internet masih susah di Kabupaten Boven Digoel saat itu). Sehingga, saya bisa berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, keluarga rohani untuk sekedar bertanya kabar dan saling memberi kabar. Kemudian, bisa nonton tv, bisa ke warnet, nongkrong sambil internetan dan menikmati snack. Bisa buka social media (whatsapp, instagram, facebook, youtube, dll) dan update status dan story. Bisa video call. Itu adalah kenikmatan tersendiri yang saya rasakan setelah 1-2 bulan "bertapa" di pedalaman. Karna dengan video call, saya bisa berkomunikasi bertatap muka dengan keluarga saya, teman saya, dll. Selain itu, saya bisa berkunjung ke komplek-komplek warga K...

Hasil Evaluasi Warga Belajar Program Pemberantasan Buta Aksara / Huruf di Kampung Ugo, Distrik Kombay, Kab. Boven Digoel, Papua

Gambar
Hasil Evaluasi Warga Belajar Kampung Ugo, Distrik Kombay, Kab. Boven Digoel. Dari keseluruhan data warga belajar kelas dewasa/orang tua yang saya miliki berjumlah 50 orang warga belajar. Sejauh ini yang saya lihat ada 16 orang yang sudah cukup lancar membaca. 1 orang diantaranya tidak pernah hadir belajar (hanya hadir pada saat evaluasi pertama) dan 1 diantaranya pindah keluar dari kampung Ugo. Dan dari 50 orang tersebut 8 orang diantara baru masuk di bulan-bulan terakhir program ini dan 9 orang diantaranya tidak pernah sekalipun masuk belajar dari awal saya datang ke Kampung ini. Jadi sementara di dalam data ada 50 orang warga belajar, tetapi yang pernah masuk belajar hanya 33 orang saja dan tidak rutin semua belajar karna pada kenyataannya hanya beberapa orang saja yang benar-benar setia datang untuk belajar (dapat dilihat dari absensi kehadiran belajar). Dan ada 8 orang yang mau hadir belajar di bulan terakhir masa program, dan itu pun hanya hadir 1-2 kali pertemuan saja. Tetapi...

Cerita di Tanah Papua Chapter 5

Gambar
Chapter 5 Menjelang akhir bulan September saya baru tau kalau saya bisa mendapatkan jaringan telpon di Kampung Ugo, tetapi harus naik ke atas Bukit terlebih dahulu. Dan setelah naik ke bukit, harus naik ke atas pohon lagi yang tingginya sekitar 15-20 meter. Setelah itu, saya selalu berusaha mencari info terbaru tentang Evaluasi dan Penutupan Program dengan bolak balik naik turun bukit dan pohon itu. Kemudian saya dapat info dari rekan saya Anderias Baga dari Kampung Wanggemalo bahwa Evaluasi diundur yang awalnya pada akhir minggu pertama atau awal minggu kedua bulan Oktober dan Penutupan dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2019, berubah Evaluasi menjadi tanggal 22 Oktober 2019 dan Penutupan pada tanggal 05 November 2019. Dan saat itu, ketika saya hendak mengajar, saya memasak air panas untuk membuat minuman (kopi) buat warga belajar dewasa tetapi karna pancinya licin, akhirnya saya tersiram air panas mulai dari paha sampai ke kaki paling bawah, sehingga saya harus turun ke Kabupaten u...

Cerita di Tanah Papua Chapter 4

Gambar
Chapter 4 Pada 11 Juli 2019, saya beserta Ibu Neila G.M Mamahit (Manager Program), Pak Edi (Pimpinan Lapangan), Bapak Mulyawan (dari GKI Samanhudi), Kak Annette Romauli Sitorus (Tim Audit), Daniel Subyakto, dan Alowisius Kalli, pergi ke Distrik Manggelum sebelum ke Distrik Kombay. Saat perjalanan kami ke Distrik Manggelum, kondisi air sangat surut, sehingga kami harus tarik-tarik perahu dan dorong-dorong perahu untuk bisa melewati arus yang walaupun dangkal tapi sangat deras. Bahkan karena tali perahu sempat jatuh ke kali, karna saya khawatir tali perahu kena ke baling-baling perahu akhirnya saya langsung lompat untuk ambil tali perahu itu. Tetapi karna ternyata arusnya lebih deras dari yang saya perkirakan, saya hampir tenggelam/terbawa arus dengan kondisi baru selesai operasi (masih masa pemulihan). Setelah kami melewati medan yang seperti tadi saya jelaskan diatas, kami tiba di Distrik Manggelum dan bertemu rekan kami Paulus Koba Kole yang bertugas disana. Kemudian kami bermalam ...

Cerita di Tanah Papua Chapter 3

Gambar
Chapter 3 Pada awal tahun di Bulan Januari kami libur Tahun Baru sampai tanggal 11 Januari 2019. Rencananya kami mulai belajar pada tanggal 14 Januari 2019, tetapi karna ada seorang warga yang meninggal dunia akhirnya kami tunda kegiatan belajar mengajar. Kami mulai aktif belajar kembali pada tanggal 21 Januari 2019. Kemudian pada tanggal 18 Februari 2019, saya turun ke Kabupaten untuk membeli bahan makanan. Di Kabupaten, pastori gereja tempat kami tinggal sedang dalam proses renovasi, jadi kami pergi mencari kost baru dan dapat di belakang Kantor Klasis GKI. Dan setelah saya kembali ke Kampung, kami melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Pada tanggal 31 Maret 2019 saya turun ke Kabupaten untuk membeli bahan makanan. Di Kabupaten, pada tanggal 01 April 2019 terjadi perselisihan yang sangat serius antara suku asli Papua dengan salah satu suku pendatang (hingga merenggut nyawa) dan hal itu berhubungan dengan pemilik kost kami (TKP) sampai rumah pemilik kost kami dibakar habis oleh...

Cerita di Tanah Papua Chapter 2

Gambar
Chapter 2 Setelah kami tiba di Kampung Ugo, saya bersyukur sekali masyarakat di sini merespon dengan sangat baik. Sehari setelah kami tiba, Pimpinan Lapangan saya yaitu Pak Edi mengadakan pertemuan dengan para tutor yang ada di kampung ini, yaitu Pak Guru Amsal Dedemu (Tutor Kelas PBA anak), Bapak Tinus Namburemba (Tutor Kelas PBA orang tua), dan Bapak Agus Seharumba selaku Penginjil (Tutor Kelas PBA orang tua dan sekaligus Koordinator Wilayah/Korwil). Saat itu, saya juga belajar bagaimana mengatasi para tutor tersebut dalam hal menghadapi setiap sifat dan sikap mereka. Setelah itu, Pak Edi kembali ke Manggelum tempatnya bertugas, dan saya mulai beraktifitas di Kampung Ugo. Pertama, yang saya lakukan adalah saya berjalan keliling kampung untuk mengetahui kondisi kampung ini. Di Kampung Ugo ini belum ada listrik untuk setiap rumah, hanya 2-3 rumah saja yang menggunakan solar cell. Sebenarnya di tempat saya tinggal ada solar cell juga, tetapi sudah rusak. Jadi selama saya tingga...

Cerita di Tanah Papua Chapter 1

Gambar
Salam kenal buat semua Nama saya Haposan Surlian Samosir Sebenarnya cerita ini akan terdiri atas 5 chapter, karna ceritanya lumayan panjang. Semoga setiap orang yang membaca ini tertarik untuk mengerti maksud dari cerita yang sampaikan dari pengalaman hidup saya ini. Selamat membaca. Berikut adalah perjalanan saya dari awal berangkat ke Kampung Ugo, Distrik Kombay, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, untuk mengajar buta huruf hingga selesai proses mengajar buta huruf di sana. Chapter 1 Saya berangkat pada tanggal 02 September 2018. Dari Samarinda saya mengendarai sepeda motor ke Balikpapan, dan dari Balikpapan saya terbang ke Merauke, transit di Makassar, dan tiba di Merauke tanggal 03 September 2018 pagi hari. Kemudian saya dan beberapa orang dari Jakarta (termasuk atasan saya) melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil menuju Kabupaten Boven Digoel selama sekitar 8 jam. Saat tiba di Kabupaten Boven Digoel kami ke Pastori GKI Sion untuk bertemu Pdt. Daniel Iha d...